Bismillahirohmanirrahim
Selamat menjalankan Ibadah Puasa :))
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saya Hasibah (11901019) dari kelas PAI 4F.
Alhamdulillah masih diberikan kesempatan untuk bisa berbagi dengan pembaca setia Blog ini.
Untuk Blog hari ini saya akan berbagi penjelasan mengenai: KARAKTERISTIK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN ONLINE
Pembelajaran online
Pembelajatan online diawali dari perkembangan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning) yang pertama kali diperkenalkan di Universitas Illionis dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis komputer (computer-assisted instruction). Sejak saat itu, pembelajaran berbasis elektronik berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ICT. Berikut ringkasan perkembangan e-learning dari masa ke masa.Perkembangan pembelajaran online di Indonesia dapat dirasakan dari penerapan proses pembelajaran seperti proses pembelajaran mandiri (melalui tugas-tugas pekerjaan rumah yang diberikan) yang diawali dengan pembukaan pendidikan jarak jauh dengan sistem belajar mandiri. Sistem belajar mandiri yang lebih banyak menekankan belajar sendiri dan berkelompok dengan bantuan seminimal mungkin dari orang lain.Penerapan sekolah terbuka yang diperuntukan bagi para pebelajar untuk pemerataan pendidikan bagi semua individu, dan berlangsungnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sampai pada pengkombinasian antara PJJ dengan e-learning (online learning) maupun e-learning full (tanpa tatap muka). Bentuk pembelajaran online berdasarkan peserta didik yang terlibat dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu pembelajaran online klasik (dengan sekelompok individu) dan pembelajaran online individual.
Diana Ariani (2012) mengungkapkan, profil peserta didik pada pembelajaran online dalam setting klasik (misalnya: korespondensi, atau pekerjaan rumah), dimana kebanyakan peserta didik digambarkan sebagai orang dewasa dengan komitmen pekerjaan, sosial, dan keluarga. Peserta didik tipe ini adalah orang-orang yang sibuk, sehingga membutuhkan alat bantu belajar yang efektif dan efisien.
Konsep peserta didik yang mandiri, dewasa, memiliki motivasi diri, disiplin diri, dan berorientasi tujuan,merupakan karakteristik peserta didik pada pendidikan jarak jauh klasik, yang kini telah berubah secara sosial dengan mediasi aktivitas online, seperti forum diskusi, kontribusi kelompok, sharing sumber belajar, penilaian sebaya, dan berbasiskan proyek kelompok. Setiap aktivitas menekankan pembelajaran independent dan menekankan interaksi sosial dan pembelajaran kolaboratif
Profil peserta didik pembelajaran online dalam lingkup individual yaitu pembelajaran yang tidak terpaku pada ruang dimana peserta didik mengikuti proses pembelajaran, tetapi tetap terpaku pada waktu. Pada setting individual, peserta didik tidak dibatasi oleh status, usia, keahlian maupun latar belakang demikian pula pada proses pendidikan online learning klasik. Peserta didik pembelajaran online harus siap untuk berbagi pengetahuan, berinteraksi dengan kelompok kecil dan besar dalam latar pembelajaran virtual, dan berkolaborasi pada proyek online atau berbagai resiko isolasi dalam sebuah komunitas yang bergantung pada konetivitas dan interaksi. Pembelajaran online akan lebih efektif jika peserta didik memiliki kemampuan penggunaan teknologi pembelajaran online.
Kompetensi Peserta Didik dan Pendidik pada Pembelajaran Online
Pertama, Mandiri, pada pembelajaran jarak jauh peserta didik dituntut untuk lebih mandiri dibanding pembelajaran tatap muka, hal ini dikarenakan pada pembelajaran jarak jauh peserta didik hanya bertatap muka dengan pendidik pada saat dilangsungkan evaluasi pembelajaran, atau pada saat-saat tertentu saja.
Kedua,Kemampuan dalam menggunakan teknologi, Penyampaian materi dilakukan melalui internet, diskusi secara synchronous melalui video conference/web camp (atau mungkin sesekali bertatap muka) dan asynchronous melalui berbagai fitur seperti e-mail, mailing-list , komentar, dan sebagainya. Oleh karenanya, seorang pebelajar online learning atau e-learning harus memiliki kemampuan untuk dapat mengoperasikan dan memahami berbagai fasilitas teknologi komputer yang ada.
Ketiga, Kepribadian, mental seorang peserta didik dalam pembelajaranonline harus benar-benar teguh dan kokoh. Teguh dalam pendirianya untuk belajar dan mencari ilmu melalui pembelajaran online, serta kokoh motivasi dan tujuanya dalam menuntut ilmu guna menjadi manusia yang lebih baik dimasa depan. Sehingga tidak mudah tergoda dan terganggu oleh hal-hal yang mampu merusak mentalitasnya untuk belajar.
Keempat, Tanggungjawab belajar, seorang peserta didik dalam pembelajaran online adalah individu yang mampu menyelesaikan segala aktivitas atau kegiatan pembelajaran sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. memprioritaskan segala sesuatu yang memang harus dilakukan dalam pembelajaran online, sesuai dengan keputusan yang telah diambil untuk menempuh pembelajaran online, seperti; mengerjakan tugas tepat waktu dan mengerjakanya sesuai kemampuan yang dimiliki, mempelajari bahan-bahan yang tersedia, harus memiliki semangat untuk belajar, dan mampu mengontrol diri.
Kelima, Motivasi tinggi, tanpa motivasi yang tinggi dan jauh dari pengawasan pendidik, seorang pebelajar online learning akan terbawa hanyut dalam berbagai fitur dan fasilitas permainan atau hiburan yang menjamin akan melunturkan motivasi belajarnya. Sehingga mereka dituntut untuk memiliki motivasi yang tinggi, agar mereka dapat belajar tanpa orang lain menyuruhnya.
Keenam, Interaktif, walaupun proses pembelajaran yang dilakukan melalui asynchronous atau synchronous, pebelajar harus mampu membuat kolaborasi dan saling bertukar pikiran serta berdiskusi Tanya jawab dengan teman dan dosen melalui berbagai fasilitas fitur yang disediakan. Sehingga proses pembelajaran online learning tetap memberi tantangan dan respon yang mampu meningkatkan pengonstruksian pengetahuan.
Ketujuh, Kreatif dan inovatif, diperlukan kreatifitas dan inovasi dari para pebelajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran online learning. Kemampuan untuk memilah-milah informasi yang akan dipelajari dan menemukan serta mengemas materi pembelajaran sesuai dengan gaya belajar yang diinginkanya, sehingga mudah dipelajari.
Karakteristik masyarakat online learning antara lain dapat digambarkan
a. Aspek Social (Kehidupan Bermasyarakat)
Pebelajar online learning, mereka cenderung bersifat individualism dan sibuk dengan teknologinya masing-masing. Pembelajaran melalui teknologi computer sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindarkan. Dalam kehidupan social, mereka menyadari bahwa kemampuan dan potensi yang dimiliki yang akan membawa mereka menuju kehidupan yang lebih baik. Sehingga mereka cenderung kompetitif, melakukan yang terbaik dan disiplin serta jujur dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaanya. Mengerjakan segala sesuatu pekerjaan dengan tepat waktu dan percaya diri.
b. Aspek budaya
Pembelajar, Seorang pebelajar online learning memiliki karakteristik budaya : menyelesaikan tugas atau kewajiban tepat waktu dan efisienserta praktis, belajar dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun, pengetahuan dapat dicari dan ditemukan dengan cepat melalui pemanfaatan internet, segala sesuatu diselesaikan dengan kemampuan individu masing-masing, dan malu jika salah atau mencontek, serta berkarya dan mempublikasikanya.
Penerapan etika dalam Online Learning
Etika merupakan ilmu yang mengkaji dan mengkritisi, serta pemikiran yang sistematis dan metodis terhadap norma-norma yang ada dimasyarakat. Etika menyangkut mengenai moralitas yang hendak diangkat dalam sebuah aktifitas, dalam hal ini yaitu pada pembelajaran online learning. Dimana akan terjadi perubahan peran, hak cipta, dan hak intelektual seorang individu yang mampu menyerap dan memahami kode etik dan aturan-aturan atas proses kegiatan online learning.
Peran etika dalam online learning menjadi sebuah petunjuk atau
pedoman bagi para pebelajar dan pengajar dalam aktivitasnya menggunakan perangkat teknologi dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan mematuhi etika atau aturan-aturan tersebut dengan atau tanpa disadari akan terjadi perubahan peran peserta didik, menjadi individu yang mampu membatasi atau mengontrol ruang geraknya dalam pemanfaatan teknologi computer, mempertimbangkan kembali tidakan-tindakan yang akan dilakukan, dan menjadi subjek pengawasan sebuah etika dan aturan-aturan. hak cipta, adanya pengakuan terhadap sebuah karya cipta seorang individu dalam lingkungan masyarakat melalui berbagai media yang dapat mempublikasikan karyanya, sehingga tidak dapat diganggu gugat dan bersifat permanen. hak intelektual, kekayaan intelektual menjadi hak setiap manusia yang ada didunia. kode etik adalah kumpulan berbagai prinsip yang dimaksudkan sebagai petunjuk bagi para anggota perusahaan atau organisasi. Isu-isu etika dapat dikategorikan menjadi :
a. Isu privasi : pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu. Privasi adalah hak untuk tidak diganggu dan bebas dari gangguan pribadi yang tidak wajar, privasi informasi merupakan hak untuk memntukan kapan dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dikomunikasikan kepada pihak lain.
b. Isu akurasi : autentikasi, kebenaran dan akurasi informasi yang dikumpulkan dan diproses
c. Isu property : kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual ialah property tidak berwujud yang diciptakan individu atau perusahaan, yang dilindungi dibawah undang-undang rahasia dagang, paten, dan hak cipta.
d. Isu aksesibility : hak untuk mengakses informasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya.Dapat dikatakan bahwa kedudukan etika disini, yaitu menengahi antara perbuatan-perbuatan baik dan buruk, mencegah terjadinya hal-hal negative yang mungkin terjadi dalam online learning. Terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak dewasa dan tidak bertanggungjawab seperti : mengatasnamakan karya seseorang, mengutip idea atau gagasan tanpa seijin pemiliknya (plagiasi), memperbanyak atau menggandakan file-file seenaknya, mempublikasikan karya atau informasi yang belum tentu kebenaranya, dan perbuatan-perbuatan lainya yang dianggap menyalahi etika atau norma yang ada.
Komentar
Posting Komentar