Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saya Hasibah (11901019) dari kelas PAI 4F.
Pada Blog saya kali ini saya akan menulis tentang KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN
Selamat membaca ya
Konsep pengembangan profesionalisme guru melalui KKG/MGMP berorientasi pada proses. Artinya, penahapan proses menuju guru profesional mendapat penekanan penuh. Guru dipandang sebagai individu yang dapat berkembang jika terjadi proses internal untuk berkembang di dalam diri para guru tersebut. Proses internal dalam diri guru akan tumbuh jika guru masuk dalam jangkauan informasi dalam jumlah mencukupi dan terus menerus. Embrio kemauan berkembang ini akan menghantarkan guru untuk mencari teman seprofesinya atau kelompok seprofesinya guna sharing dan berdiskusi. Slamat dalam Sagala (2013) mengemukakan wacana mengenai istilah kompetensi. Menurut beliau kompetensi profesional diganti dengan kompetensi bidang studi (subject matter competency). Istilah kompetensi kepribadian diganti dengan istilah kompetensi etika profesi. Guru juga harus diberikan kepercayaan. Di samping untuk melaksanakan tugasnya sebagai guru, yakni melakukan proses belajar mengajar yang baik. Kepada mereka juga perlu diberikan dorongan dan suasana yang kondusif untuk menemukan berbagai alternatif metode dan cara mengembangkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan guru dan perkembangan jaman
Kompetensi guru diartikan sebagai penguasaan terhadap suatu tugas (mengajar dan mendidik), keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru yang sebenarnya. Kompetensi tersebut akan diwujudkan dalam bentuk penguasaan ketrampilan, pengetahuan maupun sikap profesional dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai guru. Menurut Wahyudi (2012) guru profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugastugasnya sehari-hari. Profesionalisme yang dimaksud oleh mereka adalah satu proses yang bergerak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketidakmatangan menjadi matang. Sedangkan menurut Glickman dalam Bafadal yang menegaskan bahwa seseorang akan bekerja secara profesioanl bilaman orang tersebut memiliki kemampuan profesional bilamana memiliki kemampuan tinggi dan motivasi kerja tinggi.
Kompetensi pada dasarnya menunjukkan kepada kecakapan atau kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Dan kompetensi juga merupakan suatu sifat (karakteristik) orang-orang (kompetensi) ialah yang memiliki kecakapan, daya (kemampuan), otoritas (kewenangan), kemahiran (keterampilan), pengetahuan, dan untuk mengerjakan apa yang diperlukan.
Proses pembelajaran diawali dengan perencanaan yang bijak, serta didukung dengan komunikasi yang baik, juga didukung dengan pengembangan strategi yang mampu membelajarkan siswa. Pengelolan pembelajaran merupakan suatu proses penyelenggaraan interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Dunkin dan Biddle yang di kutip Majid (2012) proses pembelajaran berada dalam empat variable interaksi, yaitu: “1)variable pertanda (presage variables) berupa pendidik; 2) variable konteks (contex variables) berupa peserta didik; 3) variable proses (process variables) dan 4) variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.” Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, maka keempat variable pembelajaran tersebut harus dikelola dengan baik. Praktik manajemen menunjukkan bahwa fungsi atau kegiatan manajemen seperti planning, organizing, actuating dan controlling secara langsung dan tidak langsung selalu bersangkutan dengan unsur manusia, planning dalam manajeman adalah ciptaan manusia, organizing selain mengatur unsur manusia, actuating adalah proses menggerakkan manusia-manusia anggota organisasi, sedangkan controlling dadakan agar pelaksanaan manajemen (manusia-manusia) selalu dapat meningkatkan hasilnya. Widayanti dalam Rohman & Amri (2012). Dalam Proses terlibat fungsi-fungsi pokok yang ditampilkan oleh seorang manajer/pimpinan, yaitu: Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Pemimpin (Leading), dan Pengawasan (Controlling). Jadi, manajemen diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai efektif dan efisien
Komentar
Posting Komentar