Langsung ke konten utama

STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Hasibah (11901019) dari kelas PAI 4F.

Pada Blog saya kali ini saya akan menulis tentang STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Selamat membaca ya

Mengenai konsep strategi saya mengambil teori dar salah satu seorang Ahli yaitu J.R. David, menurutnya Strategi merupakan sebuah cara atau sebuah metode, dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal. Jadi, dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan, Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan guru murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan, pemakaian istilah ini dimaksudkan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar.

Tujuan diadakannya strategi menurut Suharsimi Arikunto adalah agar setiap unsure pendidikan dapat bekerja tertib sehingga tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien, sebagai indikator dari sebuah pembelajaran yang tertib adalah: 

a.Setiap anak terus bekerja, tidak macet, artinya tidak ada anak yang berhenti karena tidak tahu akan tugas yang diberikan padanya 

b.Setiap anak harus melakukan pekerjaan tanpa mrmbuang waktu, artinya tiap anak akan bekerja secepatnya agar lekas menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya.

  Nah jadi, strategi sangat berkaitan erat dengan pengaturan suasana pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran baik secara umum maupun secara khusus.

proses interaksi belajar juga menempuh empat fase pokok yang meliputi: Fase Pendahuluan, Fase Pembahasan, Fase Menghasilkan, Fase Penurunan.

Dan, ada juga beberapa macam Metode Pembelajaran: Metode Ceramah (The Lecture Method), Curah Pendapat (Brainstorming), Metode Kelompok Nominal, Metode Diskusi Kelompok.

Guru sebagai pengelola kelas sudah menerapkan tiga pendekatan dalam pengelolaan kelas yaitu pendekatan kekuasaan, pendekatan pengajara, pendekatan kerja kelompokdan pendekatran elektis atau pluralistic.

Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai langkah-langkah yang terencana dan bermakna luas dan mendalam serta berdampak jauh ke depan dalam menggerakkan seseorang agar dengan kemampuan dan kemauannya sendiri dapat melakukan kegiatan yang berhubungan dengan belajar. Strategi pembelajaran dimaknai sebagai upaya seorang guru untuk menggerakan peserta didik agar mau melakukan aktivitas belajar, hanya saja strategi pembelajaran bukanlah kegiatan yang sederhana, setiap langkah dalam pembelajaran disertai penggerakan segala kemampuan untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Menurut Abudin Nata, secara esensial Strategi pendidikan (Islam) basisnya paling tidak terdiri dari tiga unsur pokok; yakni pendidik, peserta didik, dan tujuan pendidikan. Ketiga unsur ini akan membentuk suatu triangle, jika hilang salah satu komponen tersebut, maka hilanglah hakikat dari pendidikan Islam. Oleh karena dalam memberikan pendidikan dari guru kepada murid atau dari pendidik kepada peserta didik memerlukan sebuah materi untuk mencapai tujuan, maka menurut penulis materi juga merupakan komponen inti dalam pendidikan Islam. Dari situ, ketika komponen-komponen pendidikan yang lain seperti ruang/ gedung, peralatan, kursi/ meja tidak ada, pendidikan Islam akan tetap bisa dilaksanakan asalkan komponen inti (guru, murid, tujuan, dan materi) sudah terpenuhi.

Abudin Nata menjabarkan aspek yang termasuk dalam dasar-dasar pokok pendidikan Islam, yaitu: Keutuhan (syumuliyah), Keterpaduan, Kesinambungan / Keseimbangan, Keaslian, Bersifat Ilmiah, Bersifat Praktikal, Kesetiakawanan, Keterbukaan.

Komentar